Dani AKA D-Rockz: Gue Suka Melihat Perubahan Yang Terjadi Di Dunia Streetball Dari Tahun Ke Tahun

LA Lights Streetball merupakan kompetisi streetball terbesar di Indonesia, atau bahkan bisa dibilang terbesar dan termegah di Asia Tenggara. Setiap tahunnya, ribuan partisipasi yang berasal dari berbagai kota di seluruh penjuru tanah air ikut berpatisipasi meramaikan kompetisi streetball paling bergengsi ini. Dan gak cuma itu, di babak terakhir, atau yang umumnya dikenal dengan nama The Grand Final, LA Lights Streetball selalu memberikan pertunjukkan spektakuler dengan menampilkan jagoan-jagoan streetball Amerika yang tentunya sudah dikenal di seluruh dunia. Dan di penghujung acara, yaitu akhir dari seluruh kompetisi ini, akan selalu ada pemilihan 8 streetballer terbaik Indonesia, yang tergabung di dalam tim LA Lights Streetball National Allstar.

Pemilihan 8 Allstar Nasional ini pun tentunya tidak mudah. Di sini dibutuhkan kejelian dan pengetahuan yang sangat baik dari para Judges dalam memilih 8 streetballer terbaik ini. Bayangkan saja, dari sekian banyak jagoan streetball di Indonesia ini, para Judges hanya boleh memilih 8 streetballer saja. How difficult is that? Well, tentunya para Judges sudah memiliki catatan sendiri mengenai masing-masing streetballer andalannya, karena mereka telah mengikuti putaran Open Run di seluruh kota di Indonesia sejak kompetisi dimulai di kota pertama. Dan nantinya, mereka tinggal menyatukan suara untuk memilih jagoan-jagoan pilihan mereka tersebut.

Apabila berbicara mengenai “Judges” di LA Lights Streetball ini, ada 1 nama yang bisa dianggap sebagai “senior” Judge, atau Judge terlama di kompetisi ini. Yaitu Dani AKA D-Rockz, yang merupakan Judge LA Lights Streetball pertama saat kompetisi ini mulai memakai Judges untuk menentukan penambahan point (POINT BREAKER) dan Allstar Nasional (tahun 2006 hingga sekarang). Tentu ballers di sini sudah sering melihat Judge yang satu ini di kompetisi LA Lights Streetball, karena dia selalu hadir hampir di seluruh Open Run LA Lights Streetball sejak tahun 2006 lalu hingga tahun 2011 ini. Akan tetapi, melihat saja tentu gak cukup donk? Pengen tahu lebih dalam mengenai siapa sih D-Rockz ini? Well, here is a little information about himself:

Nama Lengkap: Denny N. Yustiadi (Dani) A.K.A.: D-ROCKZ

Tempat/Tanggal Lahir: Medan, 24 November 1976

Pemain Basket Favorit:

- Lokal: Rommy Chandra AKA Gepeng dan Ali Budimansyah

- Internasional: Michael Jordan, Scottie Pippen, dan Dennis Rodman

Prestasi-prestasi di Basket:

- Juara LIBAMA DKI

- Juara 1 Presiden Cup - Peringkat 3 LMI

- Runner Up LIBAMA DKI

- Divisi I Scorpio, Juara 1 Divisi 1 & Runner Ups

- Divisi II Scorpio, Juara 1 Jakarta Utara & Runner Ups.

- Runner Ups & pernah juara di beberapa event Dunk Contest.

- 3on3 Champs & others

Individual Achievement:

- Tournament MVP & Best Shot Blocker at LMI

- All Defensive Player team at LMI

- Best Rebounder at LIBAMA DKI 1.

Whew!! Gokil!! Ternyata prestasi Judge kita yang satu ini banyak juga ya, memang gak salah memilih dia sebagai salah satu Judge pertama di LA Lights Streetball ini. Tapi, dengan prestasi segitu banyak, kenapa dia gak pernah mencoba untuk bermain profesional basket aja ya? “Ngga sempat (bermain Pro).. Karena gue terlanjur kena cedera lutut..” jawabnya.

Wah, sayang banget yaa.. Padahal dulunya, Dani merupakan seorang dunker handal yang memiliki lompatan yang sangat tinggi. Bahkan hal ini juga diakui oleh salah satu jagoan streetball Indonesia, Richard AKA Insane, yang sempat menjadi junior nya di tim basket Scorpio dulu. Tapi cedera lutut memang merupakan salah satu cedera yang paling ditakuti oleh semua atlit olahraga, dan sangat disayang Dani harus mengalami nya. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuatnya berhenti total dari permainan basket itu sendiri. Hingga saat ini, dia masih suka bermain basket dan berbagai olahraga lainnya di waktu senggangnya. Selain itu, dia juga ahli dalam melakukan freestyle basket. Hal ini mulai ditekuni nya ketika dirinya mulai diajak bergabung di dalam tim freestyle basket Indonesia pertama.

“Basicly gue diajak dan ditunjuk oleh seorang teman, Mr. Jul Khaerudin, untuk menjadi salah satu representative dari salah satu brand sports yg pada saat itu menggeluti bidang Freestyle basketball.” ungkap Dani menjelaskan awal mulainya dia mulai menggeluti dunia freestyle basket. “Mulai dari situ, gue mengasah skill freestyle yang dipelajari dari video dan Internet. Dan gak cuma itu, beberapa skill freestyle gue juga diajari oleh Ocky Tamtelahitu (eks Judge LA Lights Streetball 2006-2008) dan beberapa teman seangkatannya yang dulu sempat dikenal sebagai Harlem Globetrotters-nya Indonesia.” tambahnya.

Lalu, apakah Dani sendiri sempat tergabung di dalam komunitas freestyle basket? “Pastinya!

Setelah gue menguasai semua gerakan dasar freestyle tersebut, barulah gue mencoba untuk meng-create variasi-variasi freestyle lainnya dengan sharing bersama beberapa teman-teman freestyler lainnya. Dan akhirnya, bersama teman-teman freestyle tersebut, kita membentuk freestyle team bernama Freestyle Indonesia (FSI). Kita sering melakukan show di sekolah-sekolah dan di berbagai event besar bola basket di indonesia.” ujar Dani menjelaskan.

Wow?! Jadi Dani merupakan salah satu pendiri tim Freestyle Indonesia?? Well, buat ballers di sini yang belum tahu mengenai tim Freestyle Indonesia, here is a little info mengenai mereka. Tim Freestyle Indonesia merupakan tim pertama yang menjuarai kompetisi LA Lights Streetball pertama yang diadakan di kota Jakarta tahun 2005. Di tahun berikutnya, tim ini juga berhasil menjadi Juara kembali di Open Run Jakarta 2006. Tim ini telah berhasil melahirkan berbagai streetballer-streetballer handal yang juga pernah menjadi Allstar Nasional LA Lights Streetball, yaitu Joe AKA Main Frame, Nyong AKA Spinman, dan Tico AKA Straight Basket. Tentu merupakan suatu kebanggaan banget buat Dani bisa melihat tim yang didirikannya sukses dan berkembang.

Kita tahu Dani merupakan salah satu bagian besar dari perkembangan streetball di Indonesia ini, terutama di kompetisi LA Lights Streetball. Dani selalu mengikuti perkembangan streetball di tiap-tiap kota di Indonesia, and sometimes he has a chance to teach all them streetballer about the basic and fundamental of freestyle and streetball itself.

“Perkembangan streetball di Indonesia ini cukup pesat bila kita lihat dari awal tahun bangkitnya streetball di Indonesia. Gue berterima kasih ke LA Ligths yang telah mengangkat streetball menjadi salah satu program mereka, karena dengan begitu dunia streetball Indonesia benar-benar bangkit dan memiliki ajang untuk men-test skill streetballer di Indonesia. Begitu juga dengan streetballer-nya yang suka dichallange...mereka bisa membuktikan eksistensi mereka di dunia streetball di Indonesia, and they're really serious about it!” jelas Dani mengenai perkembangan streetball di Indonesia.

Dani telah mengikuti perkembangan streetball lewat kompetisi ini selama 6 tahun terakhir ini. Adakah moment ter-favorit yang Dani paling suka atau ingat, selama Dani menjadi Judge di LA Lights Streetball? “Gue suka melihat perubahan yang terjadi di dunia streetball dari tahun ke tahun!” ungkap Dani dengan penuh semangat. “Ballers-nya, komunitas-nya dan drama di balik itu semua, serta hang out with LA Streetball Crew... Those are the Best Moment, No Doubt about that!!” tambahnya. Lalu, mengenai Open Run tahun 2012 nanti, apakah Dani memiliki keinginan atau harapan tersendiri untuk ke depannya? Kira-kira tim dari kota mana saja sih yang paling ingin dilihat?

“Harapan gw di Open Run 2012 nanti, hmmm... sebenernya banyak, tapi mungkin salah satunya yaitu harapan yang sama dengan teman-teman streetballers lainnya, yaitu bertambahnya kota Open Run, Bali mungkin?” ucap Dani dengan santai. “Kalau mengenai tim-tim yang paling ingin dilihat, gue lebih tertarik dengan tim luar pulau Jawa.. So far menurut gue mereka memiliki skill yang cukup bersaing, namun sayang saja ketika Grand Final di Jakarta...kembali mental berbicara.. Kapan ya mereka bisa mengatasi itu?” tambah Dani.

Well..well...well, pertanyaan terakhir dari Dani tersebut hanyalah bisa dijawab oleh seluruh streetballer-streetballer dari luar pulau Jawa, seperti Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Manado, Medan, dan masih banyak lagi. Just like Dani said, all you guys have the talents to win it, tapi semuanya kembali lagi ke mental bertanding. Kalau kalian belum memilikinya, jangan harap untuk bisa menjadi juara di kompetisi ini.

Aight then, seharusnya sekarang para ballers di sini sudah jadi lebih mengenal Dani kan? Kita jadi lebih tahu mengenai latar belakangnya dan pengalamannya selama mengikuti perkembangan streetball di Indonesia. Nah, sebagai penutup, any last word from you, Dani?

“Have Fun!! Kadang kita lupa arti "have fun" ketika kita berlatih atau bermain habis-habisan untuk menjadi yang terbaik, sehingga di lapangan kita hanya terlihat melakukan apa yang kita tahu dan apa yang harus kita lakukan saja.. That's it! It shows on the court if you 'have fun' doing it, it will looks like you really play with your heart! Dan tentunya, keep practicing & dont give up!!” ujar Dani sambil menutup pembicaraan.