”I am pretty melodramatic” ujarnya kepada tim www.lalightsindiefest.com saat ditemui untuk wawancara pada Jumat pagi 09 Oktober. Yup. Lenka and the band memang sedang berada di Jakarta dan menjadi bintang tamu di acara La Lights Indie Festival yang diadakan di Jakarta Hilton Convention Centre, Jakarta pada 10 Oktober lalu.
Lenka, penyanyi cewek asal Australia yang (ternyata) mungil ini sebenarnya bukan pendatang baru di dunia musik. Ia pernah bergabung dalam band indie namun baru lewat album ’The Show’ ini nama Lenka mulai terkenal di seluruh dunia.
Tapi siapakah Lenka? Berikut wawancara singkat tim www.lalightsindiefest.com dengan Lenka.
Q: Musik kamu seperti apa sih? Di halaman MySpace kamu, disitu kamu mendefinisikan musik kamu adalah ’melodramatic popular songs’.
L: Iya. Tapi tidak secara langsung juga. Kalau dilihat dari list genre musik yang ada di MySpace, melodramatic popular song terdengar seperti lagu-lagu Celine Dion dan semacamnya. Tapi kalau dipikir, saya orangnya juga melodramatic. Jadi sepertinya istilah itu cocok buat musik saya. Istilah itu menggambarkan diri saya.
Q: Kamu mulai nyanyi sejak umur berapa?
L: Sebernarnya sudah sejak usia 6 tahun. Saya bersama band ayah saya menyanyikan ’Aint It Sweet’ sebuah lagu jazz tua. Tapi saya juga tidak melulu konsen ke menyanyi. Saya juga bersekolah seperti anak-anak lainnya. Saya bahkan sempat kuliah seni. Nah, saat masuk usia 20-an, saya berhenti dari profesi akting yang saya geluti setelah lulus, dan mencoba melakukan sesuatu yang lain lebih serius.
Q: Jadi kamu pernah akting juga?
L: Ya, 10 tahun. Saya dulu aktris, teman-teman saya juga aktris, kami pernah melakukan pertunjukkan kabaret dan menyanyi lagu-lagu kabaret. Dari situ saya mulai menulis lagu sendiri dan mempertimbangan menjadi musisi sebagai karir saya. Nah, saya juga sempat gabung di Decoder Rings, band indie di Australia selama 2 tahun, setelah itu saya baru melangkah sebagai solo artis.
Q: Mana yang lebih kamu suka? Akting atau menyanyi?
L: Saya lebih memilih menyanyi. Karena saya juga bisa berakting disana. Ketika kita menyanyi, kita juga harus mencari emosi dalam lagu itu, dan mengeluarkannya supaya pendengar bisa merasakan emosi kita. Saya juga bisa berakting saat saya melakukan pertunjukkan atau membuat video klip. Selain itu saya masih bisa menulis lagu saya sendiri dan menjalani sebuah project yang memang hasil saya sendiri. Kalau jadi aktor, script-nya dibuat orang lain, sutradara juga orang lain, selalu ada orang lain yang menyuruh ini-itu.. sedangkan saya tipe orang yang selalu ingin mengontrol..hahaha..
Saya ingin membuat musik-musik yang optimis
Check in
Kasih suara loe Bro buat polling 10 Film Short Love Story Competition! Vote buat jagoan loe dan kasih komentar loe
Login atau Daftar
like it