Jika membahas soal Apple saat ini, yang terlintas mungkin bukan hanya sebuah nama buah yang manis rasanya, atau teori gravitasi Isaac Newton yang terinspirasi dari jatuhnya buah Apel, tapi bisa jadi yang terlintas adalah sebuah gambar apel yang telah digigit pinggirnya. Gambar ikonik tersebut bukan hanya sebagai logo dari perusahaan teknologi terbesar di dunia tapi juga simbol yang akan mengubah cara orang memakai teknologi saat ini.
Gambar apel yang tergigit dan perusahaan yang kian mendunia tersebut adalah bagian dari hidup seorang pria yang dilahirkan di San Fransisco 24 Februari, 57 tahun bernama Steve Jobs. Mungkin doi tidak pernah mengira bahwa masa kecilnya yang sudah diadopsi oleh keluarga Jobs lah yang menjadi cikal bakal kehidupannya yang sekarang ini.
Dibesarkan di Silicon Valley yang notabene pusat industri elektronik di AS, mengasah insting dan inovasi bisnis Jobs menjadi tajam. Buktinya saat SMA doi sudah bekerja di pabrik Hewlett-Packard di Palo Alto. Disana pula doi bertemu dengan rekannya Steve Wozniak yang kelak tidak hanya menjadi rekan namun menjadi tonggak berdirinya Apple.
Langkah berani pun diambil oleh Steve dengan memutuskan untuk berhenti dari kuliahnya di Reed College dan memilih untuk bekerja untuk produsen video game, Atari, karena tidak ingin membebani keuangan orang tuanya.
Saat kembali ke Atari selepas dari petualangannya di India, doi bergabung dengan sebuah klub kompoter lokal dengan sahabatnya Wozniak yang sedang mendesain komputer sendiri.
Pada tahun 1975, Steve berhasil menjual sebanyak 50 komputer buatan Wozniak sebelum barangnya jadi pada sebuah toko komputer setempat. Dengan pesanan tersebut Steve dan Wozniak mendapatkan kredit untuk membeli komponen komputer. Dari sinilah semua dongeng dimulai.
Steve dan Wozniak merakit komputer buatan mereka sendiri yang dinamai Apple 1, yang dibuat di garasi rumah Jobs di Cupertino, California. Nama Apple diberikan karena apel adalah buah favorit Steve. Penjualan Apple 1 pun sukses, dan keuntungan dari Apple 1 digunakan Steve untuk mendirikian perusahaan Apple.
Setelah berhasil mendirikan Apple, doi dengan segera membuat Apple II yang dipamerkan pada tahun 1977. Proyek Apple II meraup sukses besar dan mulai merevolusi komputer personal. Namun konflik diantara manajemen Apple membuat Steve akhirnya meninggalkan Apple.
Namun semangat dan kreatifitas doi tidak berhenti sampai disitu. Selepas keluar dari Apple, sebelumnya Steve juga memperkenalkan Macintosh pada tahun 1984, kemudian mendirikan Next Computer di tahun 1985 dan setahun kemudian membeli Graphics Groups dari sutradara seri Star Wars, George Lucas.
Selanjutnya perusahaan tersebut dinamai Pixar, yang menciptakan piranti keras untuk animasi dengan teknologi canggih yang kemudian dipakai oleh rumah produksi film terkemuka, termasuk Disney.
Insting bisnis Jobs memang terbukti tajam. Hasil produksi pixar seperti Toy Story, Finding Nemo, A bug’s Life dan Monster Inc meraup sukses yang luar biasa. Setahun setelah itu Apple membeli Next dan Jobs pun kembali ke perusahaan yang telah didirikannya.
Hasilnya, pada tahun 2001 pemutar musik Ipod diluncurkan dan merebut banyak simpati dari pecinta musik di seluruh dunia. Dengan cepat Ipod menjadi ikon tersendiri dengan desain yang simple dan mulus serta earphone putih yang khas.
Selain itu, Apple juga meluncurkan layanan Itunes, agar konsumen bisa mengunduh musik dari internet dan langsung memilih daftar lagunya sendiri.
Pada tahun 2005, Disney membeli Pixar dari Jobs seharga US$7 miliar, menjadikan ayah dari empat anak ini sebagai pemegang saham terbesar.
Menyusul kesuksesan iPod, pada tahun 2007 Jobs memperkenalkan iPhone pada dunia yang segera disambut fanatisme dari konsumen yang rela antri berjam-jam untuk membeli perangkat komunikasi ini.
Berikutnya pada tahun 2008, Apple meluncurkan inovasi Macbook Air, notebook yang super tipis.
Namun kisah sukses Jobs tidak sejalan dengan kondisi kesehatannya. Pada tahun 2003 doi didiagnosa menderita kanker pankreas, dan harus menjalani operasi pada tahun 2004. Walaupun keadaan badannya tidak maksimal, doi masih menjalankan Apple dengan sifat perfeksionisnya, salah satu staf Apple pernah bilang saking perfeksionisnya, Steve Jobs rela mengundurkan waktu peluncuran produk Apple jika ada yang dinilai kurang.
Selain itu, doi dikenal dengan penampilannya yang sederhana dan terkesan cuek, kaos turtle neck, celana jeans lusuh dan sneaker adalah trademark berpakaiannya walaupun saat doi sedang presentasi produk baru Apple di hadapan banyak orang.
Pada tahun 2010, Forbes menobatkan dirinya sebagai orang terkaya ke 39 dengan total kekayaan sebesar US$8,3 miliar
Perjuangan Steve Jobs pada Apple dan penyakitnya berakhir pada tahun 2011 saat doi mengundurkan diri sebagai CEO Apple dan meninggal pada 5 Oktober 2011 silam.
Jika ada pepatah yang mengatakan “gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama” namun Steve Jobs tidak hanya meninggalkan nama, melainkan warisannya pada dunia, dia adalah seorang jenius, inspirator, revolusioner yang tidak hanya mengubah dunia tapi juga membuat dunia sebagai tempat yang lebih baik
Terima kasih, Steve.
Source : sebagai sumber
Check in
Login atau Daftar
Thank You. Atas informasinya.
inspiratif
saingan nih :D
siiippp daahhh...
nice article bro ! di tunggu article berikutnya yg lbih menarik ya hhe :)
Steve emang menjadi satu sejarah bagi perkembangan seluler di dunia
keren juga....
keren juga....
keren juga....
keren juga....